Resume My Digital Portofolio : PKKMB Hari ke 2

 

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya(UNUSA). melaksanakan pkkmb pada tanggal 2 September 2025 dengan sistem online.

Materi 1 : Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H.
Judul : Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi 

Korupsi adalah kanker yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia merampas hak-hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif seluruh rakyat Indonesia. Generasi muda adalah kunci dan harapan terbesar dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi. Generasi muda akan menjadi pemimpin, profesional, dan warga negara yang menentukan arah Indonesia di masa depan. Nilai integritas yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang bersih. Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem transparan, mengawasi penyelenggara negara, dan mengembangkan solusi anti korupsi yang inovatif.
 Pola Pikir Kritis: Generasi muda cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki idealisme yang tinggi. Ini adalah modal penting untuk menantang status quo dan budaya korupsi. Sebagai generasi yang akan hidup lebih lama, generasi muda memiliki kepentingan langsung untuk mewarisi Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera, bebas dari praktik korupsi.Senjata Utama Generasi Muda, Fondasi utama perang melawan korupsi.
Selalu berkata jujur dan bertindak jujur, dalam situasi apapun, baik di depan umum maupun di ruang privat.
Konsistensi antar kata dan perbuatan selalu sejalan. Prinsip yang dipegang tidak berubah bergantung pada situasi. Tanggung Jawab terhadap tugas dan peran.
 Memperlakukan semua orang secara adil, tanpa pandang bulu, dan tidak menggunakan jabatan atau kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau golongan.
 Keberanian: Berani mengatakan "TIDAK" pada tawaran suap, gratifikasi, atau praktik koruptif lainnya.Tidak bergantung pada pemberian atau fasilitas yang tidak sah untuk mencapai tujuan. Berjuang dengan kemampuan
 Tanamkan Nilai Integritas: Jadikan integritas sebagai kompas dalam setiap tindakan, sekecil apapun. Jujur dalam ujian, tidak mencontek, tidak meminjam tanpa izin, mengembalikan barang temuan.
 Tolak Praktik Kecil yang Mengarah ke Korupsi: Menolak pungutan liar (pungli), tidak menggunakan "jalur belakang" (koneksi) untuk mempercepat urusan, tidak memberi atau terima hadiah yang bisa mempengaruhi keputusan (gratifikasi).
 Hidup Sederhana dan Bertanggung Jawab: Kelola keuangan pribadi dengan bijak, hindari gaya hidup konsumtif yang mendorong mencari jalan pintas.
 Edukasi dan Kesadaran:
 Belajar Aktif: Cari tahu tentang dampak buruk korupsi bagi bangsa dan rakyat kecil. Pelajari regulasi anti korupsi (UU Tipikor, UU Gratifikasi, dll.).
 Diskusi dan Sosialisasi: Ajak teman sebaya untuk diskusi tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas. Gunakan media sosial untuk menyebarkan pesan positif.
 Ikut Organisasi/Komunitas: Bergabung dengan organisasi pemuda, OSIS, atau komunitas anti korupsi (seperti relawan KPK, komunitas anti korupsi kampus) untuk belajar dan beraksi bersama.
 Partisipasi dalam Musrenbang/FORUM: Ikut serta dalam forum perencanaan pembangunan untuk memastikan aspirasi masyarakat didengar dan anggaran digunakan untuk kepentingan publik.
Buktikan bahwa kesuksesan sejati diraih melalui kerja keras, kejujuran, dan kompetensi, bukan dengan jalan pintas korupsi. Terlibat dalam kegiatan sosial, kewirausahaan, atau inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, menunjukkan bahwa generasi muda adalah solusi.Bangun jaringan pemuda yang saling mendukung dalam menjaga integritas dan menghindari lingkungan yang memfasilitasi korupsi.
Generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan sejati dalam memerangi korupsi. Integritas bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Dengan membangun dan menjunjung tinggi integritas sejak dini, generasi muda dapat membentengi diri dari godaan korupsi dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan.

Mari generasi muda Indonesia bersatu:

 Tanamkan Integritas dalam Jiwa.
 Tingkatkan Kesadaran Bahaya Korupsi.
 Manfaatkan Teknologi untuk Perubahan.
 Berani Bersuara dan Bertindak.
 Jadilah Contoh dan Inspirasi.
 Indonesia bebas korupsi bukan lagi mimpi, tapi sebuah tujuan yang bisa diraih jika generasi mudanya memiliki integritas baja dan tekad baja. Kalian adalah harapan, kalian adalah perubahnya!

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya." (Ir. Soekarno) - Dan pahlawan anti korupsi masa kini dan masa depan adalah generasi muda yang berintegritas!

Materi 3 : Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes
Judul : Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi

Seluruh tempat atau perusahaan mempunyai SOP yang harus kita taati.
Potensi bahaya dapat muncul dari mana saja, banyak orang yang mengatakan rumah adalah temoat yang aman, namun rumah juga dapat menjadi tempat yang mempunyai potensi bahaya sebagai contoh 
kabel listrik yang tidak kita rapikan akan menjadi potensi bahaya yaitu konsleting listrik. 
Air juga salah satu contohnya jika kita lupa mematikan air atau pdam akan membuat bengkak tagihannya.
Kampus Unusa adalah kampus yang sehat yang dimana dilingkungan unusa dilarang merokok. Kampus yang sehat yaitu kampus sehat tanpa rokok, sehat tanpa narkoba , minuman keras, pergaulan bebas , kebebasan.
Makanan sehat itu sederhana tapi kadang kita menghindari itu karena tidak suka, namun makan sehat perlu di kembangkan.
Sehat dan bugar dengan olahraga dan hal itu tidak harus dengan  yang mewah namun dengan cara yang sederhana bisa kita lakukan.
Manfaatkan waktu dengan sebaik baiknya jangan menunda dan selalu jaga keselamatan dan kesehatan.
Target Indonesia emas menaut melalui K3L yaitu 
Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, Melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan bekerja.

Materi 4 : Dhimas chairullah, S.Sos., CPS 
Judul : Pengenalan Nilai Budaya dan Etika Kehidupan Kampus, Tata Krama dan Norma Kehidupan Kampus, Terampil Serta Bijak Dalam berkomu Melalui Media Sosial

Media sosial seperti pisau yang tajam. Kita harus menjadi inspirasi dan sumber informasi utama bagi masyarakat dan harus memerangi berita hoax. Kita harus memilah dan mencari tahu terlebih dahulu sebelum kita menyebarkan berita. Media sosial itu bisa menjadi sarana yang baik untuk kita jika kita bisa menggunakannnya dengan baik seperti menjadikannya sebagai alat belajar dan membangun relasi juga berkarya dalam media sosial. Media sosial juga dapat menjadi tempat yang berbahaya karena sudah banyak penipuaan, cyberbullying dan lain sebagainya.
Jadilan netizen yang bijak, jangan menjadi netizen yang selalu melontarkan hal hal negatif atau komenan negatif.
Sebelum kalian menjadi netizen kalian harus bercermin kepada diri sendiri “jika aku yang mendapat komentar seperti itu sakit hati gak yah?” 
Jika ada orang yang berkomentar negatif di media sosial mu hal yang paling benar adalah mengabaikan nya atau memblokirnya. Perbanyaklah prestasi dan relasi di dunia kuliah ini. Terus berkarya jangan mendengarkan perkataan orang yang akan menyakiti hatimu. Jadilah netizen yang bijak dalam berita yang tersebar, jangan langsung percaya carilah dahulu kebenaran suatu berita terlabih dahulu “saring dulu sebelum sharing”

Referensi : Zoom pkkmb hari ke 2 ( 2 September 2025 )



Lihat juga blog teman saya : anggunchandra23






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Mahasiswa Unusa Berpeluang Jelajah dan Studi di Jepang Lewat Program Ishikawa

Resume Materi III Pkkmb Fakultas

Pra BToPH 4 (Basic Training of Public Health)